Ramadhan tinggal menghitung hari.
Ramadhan memang selalu spesial.
Ramadhan tahun 2010, Ramadhan pertama tanpa keluarga, Ramadhan pertama yang malam takbirannya berbarengan dengan hari ulang tahun.
Ramadhan tahun 2011, Ramadhan yang akhirnya bisa pulang ke rumah
Ramadhan tahun 2012, Ramadhan terakhir di perantauan.Iya, bumi Gorontalo, Pemukiman Insan Cendekia.
Ramadhan tahun2013, satu bulan penuh di rumah bersama keluarga.
dan Ramadhan tahun ini, Ramadhan PEKAN UAS !!! Akkkkk
bosen belajar biokimia seharian suntuk (hari ini libur, ga ada jadwal uas, pekan uas diblok), iseng iseng buka salah satu grup whatsapp. broadcast (hari kemarin) yang muncul pertama isinya tentang reminder Ramadhan. katanya, "momen apa yang paling kamu rindukan ketika Ramadhan tiba?"
setelah baca sekilas broadcast(yang udah dari kemarin) itu, gue ga tertarik lagi buat nerusin scroll ke bawah. gue justru bengong dan mengumpulkan kepingan kepingan memori di masa lalu. yap, belum ada yang lebih mengesankan sampai saat ini selain perjalanan tiga tahun di pulau sebrang. belum ada momen momen yang paling gue rindukan selama ini selain momen momen di pulau sebrang itu. termasuk momen Ramadhannya
ada apa dengan Ramadhan di Gorontalo dan MAN Insan Cendekia nya?
random aja, ini TOP 5 nya
1. Tombilotohe.
serius, yang ini sedih banget 3 tahun hidup di Gorontalo ga pernah liat tombilotohe. semacam obor yang berjajar rapi di pinggir jalan penjuru Gorontalo, dan bersinar menerangi malam.
2. DUDU
Dari Untuk Dan Ucapan. ini semacam berkirim kirim salam yang kalau Ramadhan di siarin (seperti) di Radio(speaker masjid) setiap sahur. biasanya disela DUDU, petugas siaran menyelinginya dengan lagu lagu islami. isi DUDU nya apa aja? macem macem. ada yang untuk orang sakit, sekedar saling menyemangati, dari anggota kelas untuk semua teman sekelas, dari semua anggota kelas untuk wali kelas, dari anggota kamar satu untuk anggota kamar lainnya, dan banyak lagi.
DUDU di bulan Ramadhan ini gunanya juga untuk membangunkan seluruh warga makan sahur, setelah metode membangunkan sahur sebelumnya dilaksanakan tentunya. berkat DUDU, anak perempuan yang sekamar bangunnya kelamaan, asrama sudah sepi, jalan menuju kantin sudah sepi, akan tetap terasa ramai karena ditemani suara siaran sahur dan DUDU.
3. Grebeg Sahur
ini spesialisasi nya anak putra. setiap asrama dibagi dua giliran. total 3 asrama, berarti ada 6 giliran. aduh yang bagian ini maaf ya kalau salah, gue ga pernah ikutan grebeg sahur soalnya :(
yang unik dan paling diingat adalah semangat dan lagu lagu yang didendangkan para penggrebeg sahur untuk membangunkan manusia manusia yang masih terlelap di balik selimut. nada lagu yang paling gue inget adalah nada lagu iwa peyek yang syair nya di ganti begini "dua empat, dua empat, dua empat ayo bangun"2x. 2.4 adalah nomor kamar yang terlihat dari jalan penggrebeg sahur. sampai lampu kamar 2.4 belum menyala, maka penggrebeg akan terus bersenandung seseru mereka.
4. Buka Bersama Daerah
kami berasal dari berbagai provinsi. pun guru guru kami. maka Ramadhan adalah momen yang tepat untuk kami berkumpul bersama saudara saudara sekampung halaman. ya walaupun kalau orang jabodetabek sih kebanyakan bukan orang asli jabodetabek juga. tapi setidaknya sudah hidup lama disana. kami akan masak masak di rumah umi atau ustadz yang sedaerah dengan kami. makan makanan khas daerah kami. kembali bercakap dengan dialek asli kami, sampai membicarakan keberangkatan liburan ke rumah. hal yang paling dinantikan ketika itu. meski biasanya (selalu kayaknya) membawa THR(Tugas Hari Raya) yang banyaqqqq.
5. Buka Bersama Macem Macem
iya, saking banyak nya yang ngadain buka bersama. segala macem perkumpulan berusaha sebisanya untuk buka bersama. bukber kelas matrikulasi, kelas X, kelas X penjurusan, kelas XI, kelas XII, kelompok drama, kelompok ekskul, keluarga asuh, pokoknya segala macem perkumpulan.